Kebencian Menjadi Tantangan

Bookmark and Share
Kebencian Menjadi Tantangan
Kebencian Menjadi Tantangan-Sebagai pelajar kita pasti pernah merasakan kebencian pada suatu mata pelajaran. Entah mengapa hal tersebut bisa terjadi. Ada beberapa alasan mengapa pelajar memiliki rasa benci pada suatu mata pelajaran. Salah satu alasannya adalah karena memang pelajaran tersebut sulit untuk dipahami. Atau mungkin dikarenakan memiliki rasa tidak suka terhadap guru mata pelajaran tersebut. 

Kita sering kali mengalami kesulitan dalam suatu mata pelajaran, namun hal tersebut tak selayaknya lantas membuat kita begitu membenci mata pelajaran tersebut. Sebaliknya hal tersebut sepatutnya dapat menjadi sebuah pacuan agar kita memiliki keinginan untuk berusaha meningkatkan kualitas belajar. Sehingga anggapan bahwa mata merupakan suatu momok yang besar, akan menjadi sebuah angin lalu. Memahami bahwa pelajar memiliki kewajiban untuk belajar, Maka kita harus dapat bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban. 

Guru juga memiliki kewajiban untuk mengajar dan membinana anak didiknya menuju ke gerbang kesuksesan. Tidak ada alasan kita membenci seseorang yang dengan tulus ikhlas mengabdikan diri menjadi guru dan mengajar segala macam pembelajaran kepada kita. Kita bisa menyampaikan aspirasi kita kepada pihak sekolah, apabila guru tersebut tidak mampu untuk mengajar kita dengan baik. Oleh karena itu pahamilah betul apa yang sesungguhnya yang menjadi tugas pelajar. 

Semua pihak harus dapat memahami tugas dan hak masing-masing agar kegiatan belajar berjalan seimbang dan teratur. Guna terciptannya proses pembelajaran yang optimal. Berikut ini beberapa tips agar kita dapat mencintai pelajaran yang
tidak kita cintai :

1. Jangan Bersikap Acuh Ketika Pelajaran
Ketika kita sudah merasa tidak menyukai suatu mata pelajaran. Maka kita telah memulai menutup diri kita terhadap ilmu yang diajarkan oleh guru. Mungkin kita akan bersikap acuh pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Tidakan tersebut sebetulnya merugikan kita sendiri. Kita tidak akan pernah bisa dan mampu menguasai pelajaran tersebut kalau kita sendiri bersikeras untuk mengindarinya. Walaupun susah, cobalah untuk memperhatikan penjelasan guru. Apabila kita masih mengalami ketidak pahaman dalam materi tersebut. Maka ajukanlah pertanyaan kepada guru. Ingat bahwa guru akan senantiasa membantu dan mengajarkan dengan sabar kepada anak didiknya yang belum paham.

2. Latilah Diri Untuk Selalu Berfikir Positif Terhadap Guru
Profesi guru adalah pekerjaan yang mulia. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator yang membantu, membimbing, dan mengarahkan anak didiknya memperoleh pembelajaran dan pendidikan. Kita harus mengetahui bahwa gurulah yang membina kita menjadi generasi yang berkualitas. Tak ada harapan muluk dari seorang guru. Guru hanya ingin untuk dihargai oleh anak didiknya. Itulah memang kewajiban setiap pelajar terhadap guru. Hindarilah pemikiran negative mengenai guru. Belajarlah untuk mempunyai anggapan positif terhadap guru. Janganlah kebencian kita terhadap guru, membuat gairah belajar kita menjadi berkurang.

3. Teguhkanlah Diri Bahwa Ilmu adalah Penting
Pendidikan adalah hal mutlak yang diperlukan oleh setiap orang. Tidak semua orang dapat menyenyam pendidikan, baik pendidikan formal ataupun non-formal. Kita masih beruntung, masih memiliki kesempatan untuk dapat menimba ilmu. Tidak ada maksud lain kita mencari ilmu, kecuali ingin memperoleh kehidupan yang baik di kemudian hari. Teguhkanlah diri kita bahwa ilmu itu penting untuk masa depan kita. Kita sering kali menganggap bahwa beberapa ilmu yang kita pelajari tidak akan bermanfaat untuk kehidupan kita. Namun sebetulnya secara tidak langsung ilmu yang kita anggap tidak terlalu penting, sangat bermanfaat dalam menjalani kehidupan. Kita tak lantas hanya menganggap bahwa sekolah adalah sebuah rutinitas yang biasa. Rubahlah pemikiran tersebut. Niatkanlah untuk mencari ilmu karena Tuhanmu. Yakinlah bahwa ilmu adalah kunci untuk membuka gerbang kesuksesan.

Itulah beberapa kiat agar kita dapat mencintai pelajaran yang tidak dicintai. Tips tersebut merupakan analisis pribadi saya sendiri. Saya yang juga sorang pelajar juga pernah merasakan hal serupa. Memang terasa sulit untuk dapat melakukannya, Namun akan terasa mudah jika kita memulai langkah untuk mengubahnya. Jika kita memiliki kemauan yang kuat untuk belajar, maka tak akan ada alasan untuk membenci suatu mata pelajaran.

Hakikat pelajar sesungguhnya adalah penimba ilmu. Menuntut ilmu bagi setiap manusia adalah wajib. Kita tak akan pernah terlepas dari ilmu pengetahuan. Kita membutuhkannya, Kita tidak dapat menapiknya. Setiap pelajaran adalah bermanfaat. Maka ingatlah bahwa setiap pelajaran yang kita terima akan bermanfaat bagi kita.

Kebenciaan tidak akan pernah menuai kebaikan. Sebaliknya niat untuk menuju kebaikan akan menghapus kebencian. Membenci suatu hal akan membuat kita menjauh dari kesuksesan. Kita tidak akan pernah mencapai kesuksesan kalau kita tidak berani menentang rasa benci yang ada.
Jadikanlah kebencian sebagai pacuan dan motivasi agar kita dapat bergerak meuju ke arah yang lebih baik. Kebencian terhadap suatu mata pelajaran tidak akan pernah menuai manfaat. Kita juga membutuhkan pembelajran dari mata pelajaran tersebut. Maka tidak ada alasan untuk membencinya. Cobalah untuk mencintai mata pelajaran yang tidak dicintai.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar